Rosida. Mungkin iya aku senang sekarang mendapatkanmu seutuhnya tanpa sebatas wacana bertahun lamanya. Mungkin benar aku hanya ingin memilikimu tanpa tahu kau diciptakan pada awalnya untuk siapa. Mungkin saja aku terobsesi padamu sejak dahulu kala. Walau kalimat terakhir aku sedang berdusta. Continue reading
Ibu, bolehkan aku bercerita banyak padamu. Seperti waktu dahulu, ketika aku masih senang berlarian di halaman depan rumah ini.
Ibu, bolehkah aku menumpahkan segala padamu. Seperti waktu yang terasa makin jauh, saat dahulu tanganku masih kuat memeluk erat tubuhmu.
Ibu, bolehkan aku memintamu mendengarkanku. Seperti waktu itu, ketika kucingku melahirkan tiga anaknya yang belang, ayamku beranak delapan dan bunga-bungaku mulai bermekaran.
Ibu, bolehkan aku memulainya tanpa menggunakan kalimat yang berulang-ulang selalu. Continue reading