Cengengesan Banalisme

Rosida

Rosida. Mungkin iya aku senang sekarang mendapatkanmu seutuhnya tanpa sebatas wacana bertahun lamanya. Mungkin benar aku hanya ingin memilikimu tanpa tahu kau diciptakan pada awalnya untuk siapa. Mungkin saja aku terobsesi padamu sejak dahulu kala. Walau kalimat terakhir aku sedang berdusta.

Ros, bolehkah aku memanggilmu begini?, pada awalnya aku tak terlalu suka berdekat-dekatan denganmu. Memandangmu hanya membuatku trauma. Trauma dengan rasa dingin yang menyengat ulu hati. Ini bawaan lahir kata moyangku. Lahir dengan keangkuhan masa muda. Merasa kuat tanpa sentuhan ajaibmu.

Ros, aku heran mengapa kau sepertinya selalu senang jika hujan datang. Tubuhmu yang ciut saat hari cerah tiba-tiba mekar saat petir menyambar, awan mendung lalu hujan turun. Apakah kau begitu mencintai hujan? Hujan memang indah tapi main keroyokan seperti bocah-bocah badung yang senang tawuran. Dan kau tetap mencintainya? Baiklah

Ros, aku membutuhkanmu saat ini tepat pada bulan september ketika kemarau telah berlalu. Dan kidung hujan menebar rasa beku di kulitku yang tipis. Dan aku ingin kau ada disini mendekapku erat-erat, meneduhkanku dari rinai hujan yang hanya membuatku sepi sendiri.

Ros, hujan mungkin terdengar remeh bagimu. Tapi tidak denganku, kemarin kurang dari 20 September masehi aku dilahirkan dan rasanya-rasanya tubuhku makin ringkih menghadapi tingkahnya. Dan kehujanan membuatku berkejaran dengan bayanganku sendiri. Ke kamar mandi, masuk angin dan migrain.

Tak peduli kata orang, aku lelaki dan aku juga ingin ditemani olehmu. Kupikir tak lagi perlu angkuh menerobos dinginnya hujan. Aku butuh kau agar musim hujan menjadi mudah.

Ros, maukan kau  menemaniku di jalanan, mulai saat ini mengarungi musim hujan bersama.

Temani aku lebih dekat,

dan semakin dekat.

Tentang upik

Bujang Melayu.

Diskusi

16 Tanggapan to “Rosida”

  1. wuahahahahahhah! buset payung. lebbbaaaaaaayyyyyyyyyyyyyy! shavedeh -___-”

    Posted by rosalina, anita | 25 September 2011, 12:41 AM
  2. ini bagus. terinspirasi dari apa atau siapa? :mrgreen:

    Posted by saya | 27 September 2011, 1:28 PM
  3. jiah ternyata payung toh, padahal liat judulnya kirain sesuatu hehehe :D

    Posted by deanmu | 3 Oktober 2011, 6:08 PM
  4. Rosida itu temenku lho kak. Siapa tahu itu pertanda, mau aku kenalin?

    Posted by Krisna Puji Rahmayanti | 8 Oktober 2011, 9:28 PM
  5. wehehe..upik!!serius gw takjub banget dah..padahal pas baca awal2nya gw smpet terbuai gt, taunya tentang payung bernama mbak rosida*jegeeer
    semoga langgeng sama mbak rosida ya :D

    Posted by berlianing sari | 1 November 2011, 6:47 AM

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 377 pengikut lainnya.