archives

Petuah Bijak nan Bestari

This category contains 4 posts

Trilogi di BPM FISIP UI

Sering orang bertanya kepada saya,

“Mengapa masih tetap bertahan di lembaga legislatif mahasiswa  tingkat fakultas yang sama tiga kali berturut-turut?”

Biasanya saya diam sejenak untuk memikirkan jawaban yang pas.

Namun hidup terkadang amat mengerikan*, sebelum saya menjawab biasanya ada kalimat yang datang dari negeri antah berantah menimpali,

“Kalau tahun depan lo masih disini, gue buat patung lo di atas ruangan ini. Kek patung Obama di Menteng ataupun layaknya patung Jendral Sudirman di depan gedung BNI Jakarta…”

Setelah dia puas berolok-olok. Saya jelas tak mau kalah. Dengan lagak yang  pasti dan memesona, saya pandangi langit, mengepalkan tangan seraya menempelkannya di dada, lalu  membiarkan angin memain-mainkan poni saya.

Menunggu momen yang pas, dengan lembut saya tatap kedua matanya,  bak aktor film Idia saya berujar syahdu,

“Ini tentang kecintaan dan tanggung jawab boi…”

*Petuah bijak pakcik Andrea Hirata dalam novel kelima dan keenamnya yang dijilid menjadi satu buku: Dwilogi Padang Bulan.

Kontemplasi di jamban: Penyakit proletar itu bernama diare

Mungkin anda yang membaca tulisan ini sedang mengalami ganguan pencernaan. Kalau benar begitu: Hore! Saya tidak sendirian, setidaknya saat ini saya mengalami hal yang sama. Bila tidak, sudah iyakan sajalah biar saya senang. :mrgreen:

Jadi apa yang anda rasakan saat ini? (oke, anggap saja saya dokter kebanyakan yang bertanya ‘apa keluhannya?’ :lol:) Apakah perut terasa nyeri, mual, keluar masuk jamban berkali-kali, feces yang dikeluarkan bukan padatan tapi cairan. Jika iya, bolehlah anda saya duga terjangkit diare. Setelah saya menelusuri beberapa referensi, ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang mengalami penyakit proletar ini.

Baca lebih lanjut

Begadang, Jangan Begadang!

“Kalau terlalu banyak begadang, muka pucat karena darah berkurang…”

(Rhoma Irama: Begadang)

Belakang ini saya terpaksa harus begadang karena sulit tidur. Ini terjadi karena teman sebelah kamar indekost sedang terserang penyakit gila tahun 2010: menyanyi di tengah malam sampai adzan subuh. :(

Jikalau suaranya merdu tak jadi masalah. Akan tetapi jenis suara  teman sebelah kamar indekost saya ini selevel dengan ledakan buang angin yang membahana ke penjuru dunia. :mrgreen:

Sebenarnya ingin saya marahi tapi tak sampai hati kerena ia sedang latihan guna mengikuti kontes menyanyi di tipi: Indonesian odol. :lol:

Gelagelagela~

Nah itu yang menjadi masalah bagi saya sekarang, efek dari begadang ini terlihat jelas yaitu mata beler, sering membuka mulut (menguap) dan tidak fokus ketika kuliah.

Saya bertekad tidak akan mau dipaksa begadang lagi karena  sungguh mengganggu kestabilan jiwa dan raga. Apalagi setalah saya baca Koran Tempo hari minggu tadi.

Dari artikel yang saya baca di Koran Tempo hari minggu. Efek negatif begadang sungguh sangat berbahaya:

Baca lebih lanjut

Bertaruh nyawa menuju seberang (jalan).

“Manajemen dan rekayasa lalu lintas dilakukan dengan pemberian prioritas keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki…”

[Undang-undang 22 tahun 2009: pasal 93 ayat 2 (b)]

Kcitttt*. Rem mendadak sepeda motor yang sedang ditunggangi seorang  pengumbar jenis-jenis mamalia.

“HOI A^7#NG! PAKE MATA KLO JALAN!!!”

Yang diteriaki meracau sambil lalu.Cuek.

“Manusia jalan pakai kaki om, bukan mata…”

******************************************

Begitulah kira-kira gambaran situasi beberapa hari belakangan ini.  Suatu parafrase seorang pejalan kaki (saya) yang ingin menyeberang, namun hampir ‘bersentuhan’ dengan pengendara motor.

Saya ingin memberikan petuah bijak nan bestari agar tuan dan puan aman, sehat selamat serta sentausa saat menyeberang di jalan raya. Petuah-petuah berikut adalah hasil pengamatan saya beberapa tahun terakhir ketika mulai aktif :lol: menyeberang di jalan raya:

1. Lihat kiri-kanan sebelum menyeberang.

Jangan anggap remeh ajaran yang saya dapat dari buku kewarganegaraan SD ini. Ini syarat mutlak yang harus dipunyai seorang penyebrang tangguh dalam memantau sekelilingnya sebelum menyebrang. Jika kemampuan ini tak dimiliki, petuah berikutnya  tidak akan berguna. Percayalah :D .

2. Menyeberanglah di zebra cross (jika ada).

3. Bergerombolah saat menyeberang.

Pengguna sepeda motor ataupun mobil masih cukup waras untuk tidak mengambil resiko menabrak orang yang sedang menyeberang secara berjamaah. Resikonya besar boi: dipukuli dan diarak telanjang keliling kampung (oke, ini berlebihan).

4. Jika tidak ada gerombolan orang yang bisa diajak untuk menyeberang, gunakan  orang disebelah anda yang jua ingin menyeberang sebagai tameng hidup (wkwkwkwkwkwk~).

5. Jika semua petuah sudah dilakukan namun masih ada jua pengendara sepeda motor durjana yang ingin menabrak anda.

Saran saya: beberapa detik sebelum motornya menyentuh anda, melompatlah dan hajar kepalanya dengan tendangan maut anda. Hal ini sangat efektif untuk melindungi anda dari tabrakan dasyat tanpa perlawanan. Setidaknya walau lecet dan luka-luka, anda boleh jemawa karena terlihat oke dan macho! (Mangap, efek terpaan film silat :lol:)

(*bener tak bunyinya? tapi setidaknya lebih baik daripada crooottt :mrgreen:)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.