“Apa yang kita tahu tentang realitas atau dunia tergantung pada bagaimana kita membingkai dan mengkonstruksikan ataupun menafsirkan realitas. Realitas yang sama bisa jadi akan menghasilkan realitas yang berbeda ketika realitas tersebut dibingkai dan dikonstruksikan dengan cara yang berbeda.” (Murray Edelman)
Tentu kita tahu monumen nasional atau yang biasa disingkat monas. Bangunan yang konon kabarnya ada emas di puncak tertingginya: Selain tempat yang startegis untuk orang-orang yang sudah ingin cepat-cepat bertemu dengan tuhan dengan cara bugging jumping tanpa tali. Namun jua, (setelah saya renungi secara mendalam dan menarik menarik sebuah kesimpulan): monas adalah bangunan yang cabul.
Yayaya. Monas adalah lambang keperkasaan lelaki. Liat saja bentuknya bung. Menurut salah satu dosen ilmu politik saya dulu, Datuk Soekarno memang senang membuat bagunan-bangunan yang melambangkan sesuatu ( yang saya anggap cabul).
Sepertinya Datuk Soekarno adil, jika ia membangun yang melambangkan keperkasaan tentu ia membangun bangunan yang memiliki lambang kesuburan. Ada pria ada wanita. Jika sang pria berdiri angkuh seolah berkata, “Hai wanita aku ini perkasa, tertarik tak sama saya?”
boleh jadi wanitanya menjawab, “Sambutlah aku dalam pelukanmu”
Tentu saja sampai kiamat dia tidak akan berbicara seperti itu karena itu hanya halusinasi saya semata.
Ngomong-ngomong dimana sang wanitanya? Penasaran? Coba naik ke puncak monas lihat bangunan yang beratap hijau dan tempat dimana skandal ngupilnya pakcik suryo terungkap :p.

Ya, anda benar! Bangunan itu adalah gedung DPR/ MPR. Liat saja bentuknya kalau tidak percaya.
Begini jika bentuk monas dilambangkan: /\ –> lingga : yang berarti keperkasaan. Keperkasaan ini disimbolkan dengan bentuk alat kelamin pria dewasa.
Dan bentuk gedung MPR : \/ –> yoni : ini merupakan bentuk rahim wanita yang bermakna kesuburan.
Atau bisa juga : /\/\ –> duo yoni : yahh, sepasang sesuatu yang kembar.
Cabul bukan?
Tentunya benda-benda itu ada di Jakarta. Ya ampun! Nama kota ini juga cabul~
JAKARTA : JAKARRTA : JAKARRATA: JAKAR-RATA:
I
I
v
ZAKAR RATA*
alamak!!! sekeliling saya ternyata penuh dengan kecabulan.
*yang ini 100 % dusta,