Banyak pilihan pintu lagi yang harus dibuka. Tak cukup satu. Hingga akan menyesalkan apapun yang terbuka pada akhirnya. Terkutuklah, jika dialektika ini tak disadari untuk dimaknai sebaik-baiknya, sesadar-sadarnya, seikhlas-ikhlasnya,.
Apa mau dikata: Hidup memang penuh lawakan, maka tertawakan sajalah!