serambi muka

Latest Post

Mengisi kekosongan

Ia kembali terbangun dari mimpi buruknya. Dalam mimpinya itu, ia menyandang ransel memasuki gerbang sekolah dengan jantung yang berdegub kencang. Ia tak begitu sempat memperhatikan daun-daun yang berserak di halaman kelas yang ia lewati, awan mendung yang berarak di atas kepalanya, rerumputan basah yang menyapu celana bagian bawahnya, dan angin musim hujan yang menggigilkan sekujur tubuhnya. Baca lebih lanjut

carpe diem!