Cengengesan Banalisme

Hah? Hamil?

Copy of white-snowAku berdiri di ruangan putih yang luas. Sungguh, sajauh mata memandang tak kulihat ujung dari ruangan ini. Ruangan? Oh tidak, kupikir tak tepat disebut demikian, hamparan luas bewarna putih agaknya lebih tepat.  Aku melongok kekiri-kekanan. Kusapu semua sekelilingku yang bisa dijangkau mata ini. Namun, Tak ada satupun benda hidup maupun mati tertangkap.

Aku diam ,terpaku kaku, tempat apa ini?. Dan amboi!!! Dimana aku sekarang???

Fiuh, bingung, bosan, dan stres membuatku lelah. Kukucek kedua mataku karena perih melihat sesuatu yang tak ada ujungnya.

Hingga, ketika suatu waktu menoleh kebelakang. Aku terperangah. Coba lihat pemandangan ini. Gerombolan besar serdadu saling baku tembak. Mayat bergelimpangan dan suara bom sangat memekakkan telinga.

Sekejap, sekelilingku berubah menjadi pantai yang berbau anyir. Warna air pantai ini bewarna merah. Bisalah ditebak merah karena darah mayat-mayat yang ada diselilingku. Pemandangan ini sungguh sangat mengerikan. Hamparan putih itu telah berubah menjadi pantai yang penuh mayat dan suara desingan peluru juga letakkan bom.

“Anak muda!!! Apa yang lakukan?!” Seseorang serdadu tinggi besar mendatangiku.

“Cepat hancurkan jahanam-jahanam itu!!” ujarnya berteriak di depanku seraya menunjuk sebuah bukit pertahanan yang dia sebut jahanam.

Sebentar-sebentar, Sepertinya aku mengenal orang ini. Lah?  Orang inikan Tom Hanks. Suasana ini pun persis  film saving private ryan yang dibintanginya. Ganjil! Penampilanku sekarang layaknya seorang serdadu dengan senjata laras panjang di tangan kanan. Apakah ini syuting sekuel film itu dan aku terlibat didalamnya?

savingprivateryan

Belum sempat aku berpikir, sebuah bom meledak di depanku. Serta merta berhamburan pasir disekelilingku . Dan kurasakan tubuhku melayang. Apakah ini akhir hayatku.

Hingga saat tubuh ini jatuh dan ku coba tuk berdiri. Lambat laun terdengar sorak-sorai orang ramai. Kulihat sekarang, tangan kananku memegang raket serta berpakian layaknya pemain bulu tangkis. Astaga, aku sekarang berada dalam Istora Senayan Jakarta.

“Yeahhh.., saudara-saudara pertandingan berakhir dengan smash yang tajam. Kemenangan di pihak indonesia!!!!” Rinai suara komentator terdengar sangat bersemangat  dengan nada yang sedikit berlebihan.

“Indonesia..!!!”

“Indonesia..!!!”

“Indonesia..!!!”

15052008973

Gemuruh suara penonton diselingi bunyi-bunyi terompet, galon air minum kosong yang dipukul memenuhi lapangan. Kurasakan nuansa yang membuat gemetar haru biru. Kutatap lambang di kaos sebelah dada kanan, ingin rasanya aku menyanyikan lagu indonesia raya. Sambil membayangkan bendera merah putih yang sedang digerek naik ke puncuk tertinggi tiang bendera.

Layaknya sang jagoan, dengan gagah kudatangi lawan yang menurutku sudah kukalahkan. Disertai senyum mengembang, kujabat erat tangannya.

“Senang bertanding dengan anda..”

“Lo harus menikahiku!!!”

“WAT???” apa-apaan ini.

“Gue gak mau tau, gue udah hamil dan lo harus tanggung jawab!!!”

“HAH? HAMIL??” Keringat dingin mulai mengujur deras di tubuhku. Serasa dunia bergoyang, petir menyambar-nyambar dilantuni suara tangisan bayi.

“Bagaimana bisa? Kita belum pernah … ?” kutatap wanita yang ada didepanku ini dan alamak wanita ini kukenal. Oh tidak, mengapa harus dia.

“lo kan pernah megang tangan gue, megang tangan bisa buat hamil!!!” Ia berkata lirih dengan tatapan nanar.

hamilTunggu dulu sepertinya ada yang salah. Kuingat-ingat kembali pelajaran biologi SMA. Ya, kehamilan terjadi karena adanya proses fertilisasi dimana bertemunya sperma dan sel telur. Lalu, terjadilah pembelahan mitosis dan miosis. Hingga sebilan bulan lebih seorang bayi siap dilahirkan. Jika pegangan tangan bisa menghamilkan, berarti alat kelamin itu berpindah ke tangan.

“Ahahahahahaha, jangan bercanda anak muda..”

“Lo gila ya, dimana-dimana orang berpegangan tangan itu bisa buat hamil” ujarnya sambil menunujukan sebuah video 2 orang, lelaki dan perempuan, berpegangan tangan. Ajaib!! Tiba-tiba si perempuan hamil.

“Kok, bis..biss..bisa?”

“Pokoknya gue gak mau tau. Lo harus nikahin gue. Jika lo lari, ke ujung dunia akan gue kejar!!!!” Dia berteriak histeris di depanku.

Tiba-tiba semuanya jadi gelap, kurasakan tubuhku limbung. Apakah aku pingsan??

Kubuka mata perlahan, kulihat langit-langit kamar yang berwarna putih, kutemaukan diriku sekarang berada di kasur kamar kostan.

Sungguh badanku basah karena peluh. Kucoba mengingat kembali hal yang terjadi. Ah, cuma mimpi. Mimpi buruk.

“Wkwkwkwkwkwkw, Jika memegang tangan bisa membuat hamil, sudah berapa anak dibawah umur yang ku cabuli ya??” Sebauh gumaman dalam hati yang membuatku ingin terbahak kencang.

About upik

Bujang Melayu.

Diskusi

6 thoughts on “Hah? Hamil?

  1. hahahaha….
    itu sindiran apa ajakan buat bertobat yak?
    hehe

    Posted by puspa | 11 Agustus 2009, 11:21 AM
  2. itu mimpi saya..

    ahahahahaha..

    Posted by upik | 11 Agustus 2009, 7:26 PM
  3. 😳 mimpi tenyata😆

    Posted by Orang Aneh | 29 Agustus 2009, 4:32 PM
  4. “Kubuka mata perlahan, kulihat langit-langit kamar yang berwarna putih, kutemaukan diriku sekarang berada di kasur kamar kostan.

    Sungguh badanku basah karena ….”

    Pik, jangan menyembunyikan sesuatu… ha ha ha… nice story cuk!

    Posted by Ali | 21 September 2009, 11:46 PM
  5. apa nih maksudnya?
    ahahahahahaha..

    Posted by upik | 26 September 2009, 4:25 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: