Kontemplasi

Kita berbeda dalam semua termasuk dalam cinta?

Beberapa fase waktu sebelum magrib di tahun 2009 masehi

Makhluk kecil itu tiba-tiba melompat dari balik popohonan yang sangat rimbun. Hup, seketika ia kini di atas tali-tali listrik. Berlari ia dengan sangat lincah, beberapa detik menoleh padaku. Menatap heran, apa yang dilakukan seorang anak manusia sendiri ini. Termangu-mangu, menatap seolah tak percaya ada makhluk selain dirinya di dunia ini. Ia tersentak, satu makhluk kecil yang lain melompat dari sela-sela pepohonan yang lain, mengambil ancang-ancang. Kini kusaksikan adegan dramatikal: dua makhluk kecil berkejaran diatas tali-tali listrik.

Tak jauh dari pohon rimbun itu: Sebuah tanaman yang melingkari pohon mati. Sungguh, sangat gemulai menghinggapi si pohon mati. Ia rasuki dari akar-akarnya. Seakan semua telah menyatu seraya membisikkan semua akan baik-baik saja. Tak ada penolakan dari si pohon mati, ia pun sangat menikmati, alih-alih ketika bunga tumbuh dari batangnya. Semerbak akan menyebar ketika angin datang melewati sela untaiannya.

Hemmm, angin semilir dengan sangat nyaman menyapa wajahku. Pelan-pelan ia merayap di atas pori-pori yang sedang kelelahan mengeluarkan embun karena meranggasnya hari ini. Ah, sudah berapa lama aku tidak benar-benar menikmati kehidupan ditempat aku duduk sekarang.

Aku tak terlalu mengerti benar mengucapkan kebebalan saat ini. Lidahku kini kelu untuk sekedar bertutur, menanyakan dimana, mengapa dan kapan. Sudahlah, setidaknya biarkan aku disini sendiri menikmati dunia yang sudah lama tidak pernah ku perhatikan.

Awal tahun 2010 masehi

“Aku sudah kaku untuk menjalani, dan merubahnya. Apakah aku harus selalu mendustai ini semua..”

Samar-samar sebuah ceracau.

“Apalah, aku tak bisa berjalan di arah yang tak semestinya…”

Sebelum diam.

“Hidup harus terus berjalan walau akan banyak yang tertinggal disini…”

Menahan isakan yang ditahan-tahan agar tak menjadi sekedar banalisme musim hujan.

Bulan ketiga 2010 masehi

Aku terbangun diruangan yang sama, berulang-ulang, bertahun-tahun. Tiada yang berubah. Kecuali satu: harus bangun dalam keadaan badan dilipat-lipat agar terlihat rapi dan elok. Kau tahu buah semangka? Ya buah semangka. Boleh jadi kau lihat di luar hijau tetapi yakinlah di dalamnya merah. Itulah aku saat ini.

Ada tarik-menarik yang sangat kuat dikepalaku. Sudut satu berbisik semua punya toleransi sendiri terhadap dirinya. Sudut yang lain bersikeras inilah hidup tak ada yang bisa lari dari takdirnya. Itu baru dua sudut, kau tentunya belum tau ada berapa sudut di kepalaku kini. Tidak, tidak, tak perlu kuceritakan.

Aku tau matahari sudah bergeser sedikit dari atas kepala. Akupun sangat mengerti ada jiwa-jiwa yang sedang ingin bertanya-tanya disana. Sesadarnya aku siap untuk dihujat lagi hari ini. Baiklah, aku akan bangun dari sini mengejar kendaraan pribadi: Kereta Rel Listrik Ekonomi.


Minggu pertama bulan keempat di tahun yang sama.

Tertegun lama menatap layar telepon genggamnya. Ia pandangi satu-satu wajah di ruangan itu. Yang lain diam mencoba mencari-cari udara yang mulai pengap. Ia anggunkan kepalanya takzim.

Tatapan nanar ia dibiaskan menjadi bahakan kencang, jempolnya kini tiba-tiba menekan tombol pengirim pesan singkat ke teman-temannya.

Berdialektika dengan semua yang dia rasa, pikir dan cermati. Walau remuk redam, ia ingin katakan pada mereka dengan cara yang sangat-sangat vulgar, “Tak perlu sedu sedan, hidup memang penuh lawakan maka tertawalah…”

waktu boleh berganti, angin boleh berubah haluan, gunung boleh berpecah belah akan tetapi simfoni lirih larik yag telah dikonstruksi ulang itu masih tetap ada,

“Kita berbeda dalam semua termasuk dalam cinta*?”


*Manipulasi selarik puisi Gie oleh salah seorang teman.

About upik

Bujang Melayu.

Diskusi

5 thoughts on “Kita berbeda dalam semua termasuk dalam cinta?

  1. Iya, kita berbeda, termasuk dalam cinta.😐

    Posted by Asop | 11 April 2010, 4:56 PM
  2. iya kita semua berbeda, termasuk dalam cinta. karena bila semua sama, yang ada cuma mati rasa. :p

    Posted by nyanya | 14 April 2010, 2:31 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: