Cengengesan Banalisme, Petuah Bijak nan Bestari

Bertaruh nyawa menuju seberang (jalan).

“Manajemen dan rekayasa lalu lintas dilakukan dengan pemberian prioritas keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki…”

[Undang-undang 22 tahun 2009: pasal 93 ayat 2 (b)]

Kcitttt*. Rem mendadak sepeda motor yang sedang ditunggangi seorang  pengumbar jenis-jenis mamalia.

“HOI A^7#NG! PAKE MATA KLO JALAN!!!”

Yang diteriaki meracau sambil lalu.Cuek.

“Manusia jalan pakai kaki om, bukan mata…”

******************************************

Begitulah kira-kira gambaran situasi beberapa hari belakangan ini.  Suatu parafrase seorang pejalan kaki (saya) yang ingin menyeberang, namun hampir ‘bersentuhan’ dengan pengendara motor.

Saya ingin memberikan petuah bijak nan bestari agar tuan dan puan aman, sehat selamat serta sentausa saat menyeberang di jalan raya. Petuah-petuah berikut adalah hasil pengamatan saya beberapa tahun terakhir ketika mulai aktif😆 menyeberang di jalan raya:

1. Lihat kiri-kanan sebelum menyeberang.

Jangan anggap remeh ajaran yang saya dapat dari buku kewarganegaraan SD ini. Ini syarat mutlak yang harus dipunyai seorang penyebrang tangguh dalam memantau sekelilingnya sebelum menyebrang. Jika kemampuan ini tak dimiliki, petuah berikutnya  tidak akan berguna. Percayalah😀 .

2. Menyeberanglah di zebra cross (jika ada).

3. Bergerombolah saat menyeberang.

Pengguna sepeda motor ataupun mobil masih cukup waras untuk tidak mengambil resiko menabrak orang yang sedang menyeberang secara berjamaah. Resikonya besar boi: dipukuli dan diarak telanjang keliling kampung (oke, ini berlebihan).

4. Jika tidak ada gerombolan orang yang bisa diajak untuk menyeberang, gunakan  orang disebelah anda yang jua ingin menyeberang sebagai tameng hidup (wkwkwkwkwkwk~).

5. Jika semua petuah sudah dilakukan namun masih ada jua pengendara sepeda motor durjana yang ingin menabrak anda.

Saran saya: beberapa detik sebelum motornya menyentuh anda, melompatlah dan hajar kepalanya dengan tendangan maut anda. Hal ini sangat efektif untuk melindungi anda dari tabrakan dasyat tanpa perlawanan. Setidaknya walau lecet dan luka-luka, anda boleh jemawa karena terlihat oke dan macho! (Mangap, efek terpaan film silat :lol:)

(*bener tak bunyinya? tapi setidaknya lebih baik daripada crooottt :mrgreen:)

About upik

Bujang Melayu.

Diskusi

6 thoughts on “Bertaruh nyawa menuju seberang (jalan).

  1. Hahahahaha! Ngakak saya….😆
    Bener juga, nyebrang pake kaki, bukan mata….:mrgreen:

    Bukan menyombong, saya malah lebih suka menjadi “tameng hidup” buat orang lain (terutama utk yg saya sayangi) waktu menyebrang.😀 Waktu arus kendaraan dari sebelah kanan, saya malah mengambil posisi di sebelah kanan. Waktu arus dari kiri, saya ngambil posisi di sebelah kiri.😆

    Posted by Asop | 20 April 2010, 9:28 AM
  2. 2 jempol (kaki ):mrgreen: untuk anda yg rela jadi tameng, hati-hati sama pengendara motor durjana di jalanan😆

    Posted by upik | 20 April 2010, 5:34 PM
  3. tendang aja pik pengendara motornya, biar jatoh, ketabrak mobil terus mati. huahhahaaha, kesel gw ma pengendara motor (gak semuanya

    Posted by inal camil | 22 April 2010, 8:16 AM
  4. Hmm … kayaknya ane familiar sama pic-nya …

    hehehe …

    ane dulu pernah punya pin / bros dengan pic itu …

    dulu … waktu SMA … sekarang entah kemana …

    hehehe …

    Posted by Shafiqah Treest | 24 April 2010, 9:45 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: