Cengengesan Banalisme, Kontemplasi, Petuah Bijak nan Bestari

Kontemplasi di jamban: Penyakit proletar itu bernama diare

Mungkin anda yang membaca tulisan ini sedang mengalami ganguan pencernaan. Kalau benar begitu: Hore! Saya tidak sendirian, setidaknya saat ini saya mengalami hal yang sama. Bila tidak, sudah iyakan sajalah biar saya senang.:mrgreen:

Jadi apa yang anda rasakan saat ini? (oke, anggap saja saya dokter kebanyakan yang bertanya ‘apa keluhannya?’ :lol:) Apakah perut terasa nyeri, mual, keluar masuk jamban berkali-kali, feces yang dikeluarkan bukan padatan tapi cairan. Jika iya, bolehlah anda saya duga terjangkit diare. Setelah saya menelusuri beberapa referensi, ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang mengalami penyakit proletar ini.

Makanan

Pola makan serta makanan apa yang kita konsumsi adalah penyebab paling utama seseorang terkena diare atau tidak. Tak percaya konsumsi saja makanan basi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat anda akan terkena diare.😆

Stres.

Stres diduga menjadi salah satu penyebab bermasalahnya pencernaan manusia. Hal ini berhubungan dengan jumlah serotonin yang dihasilkan oleh usus. Serotonin adalah hormon yang dikeluarkan oleh tubuh yang dipengaruhi emosi, suasana hati pada umumnya. Semakin tidak stabilnya emosi, suasana hati  seseorang yang mengarah pada stres maka serotin yang dihasilkan akan berlimpah di usus. Banyaknya serotonin yang dikeluarkan ke dalam usus  mendorong kegiatan secara berlebihan pada otot dan syaraf di usus, sehingga mengggangu proses pencernaan.

Sebetulnya penyakit ini tidak mematikan kalau belum sampai ajal. Tapi kalau sudah ajal akan mematikan karena diare sangat menguras cairan tubuh penderitanya. Penjelasanya, Tubuh orang dewasa terdiri dari 60 % cairan. Dari 60 % bila  kekurangan melebihi 25 % saja maka sel tubuh kita akan menciut.  Hal ini sangat berbahaya karena pada banyak kasus, kematian terjadi akibat kekurangan cairan tingkat sel di alat Vital*.

Ada beberapa kiat untuk mengatasi hal ini yaitu:

-Rajin-rajin berdo’a dan istirahat yang cukup.

-Minum air mineral secara maksimal.

Hal ini masuk akal karena seseorang yang terkena diare pasti akan bolak-balik ke jamban guna mengeluarkan cairan secara tidak normal. Untuk itu jangan sampai terjadi besar pasak dari tiang. Anggaplah ke jamban 7 kali dalam sehari, dengan asumsi setiap kali ke jamban mengeluarkan 1 gelas cairan, jadi satu hari minus 7 gelas. Untuk itu jangan mau kalah, minumlah 7 gelas air mineral jua agar setidaknya impas namun akan lebih baik jika lebih dari 7 gelas.

-Minum obat.

Untuk obat diare bisa dicari di warung terdekat namun menggunakan obat-obat alami akan lebih baik karena minim efek samping. Salah satu obat diare yang dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah rebusan daun jambu biji. Cara membuatnya mudah sekali:

Sediakan 15 – 30 g daun kering jambu biji dalam air sebanyak 150 – 300 ml. Rebus sampai mendidih dalam jangka waktu 15 menit. Hasil rebusan disaring dan siap untuk diminum sebagai obat diare. Bila ingin dalam variasi yang lain. Sediakan 12 lembar daun segar jambu biji, dicuci bersih, ditumbuk halus, ditambah ½ cangkir air masak dan garam secukupnya. Hasil tumbukan diperas, disaring, lalu diminum. Untuk mengurangi rasa kecut bisa ditambahkan madu.

-Gunakan popok bayi…

Untuk orang yang malas ataupun tak punya waktu untuk bolak-balik ke jamban. Menggunakan popok adalah pilihan bijak!😆

*Alat vital yang saya maksud adalah Jantung, hati, ginjal, paru-paru dan otak.

About upik

Bujang Melayu.

Diskusi

6 thoughts on “Kontemplasi di jamban: Penyakit proletar itu bernama diare

  1. Iya, stres juga bisa memicu diare..😦

    Saya dengan tekanan menyelesaikan TA tahun ini, pernah menderita diare berkali-kali dalam satu bulan. Padahal sebelum TA, saya gak pernah sesering itu.😦
    Dosen saya sampe bilang, “jangan terlalu jadi beban pikiran, TA-mu ini.”😆

    Posted by Asop | 21 Juni 2010, 3:08 PM
  2. satu lagi pik yang kurang..

    kebiasaan..

    Posted by yani | 23 Juni 2010, 11:16 AM
  3. Great post, very informative. Keep up the good work, Thanks.

    Posted by SuccessLadder | 1 Juli 2010, 11:56 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: