Cengengesan Banalisme, Marwah Bangsa Melayu, Petuah Bijak nan Bestari

Trilogi di BPM FISIP UI

Sering orang bertanya kepada saya,

“Mengapa masih tetap bertahan di lembaga legislatif mahasiswa  tingkat fakultas yang sama tiga kali berturut-turut?”

Biasanya saya diam sejenak untuk memikirkan jawaban yang pas.

Namun hidup terkadang amat mengerikan*, sebelum saya menjawab biasanya ada kalimat yang datang dari negeri antah berantah menimpali,

“Kalau tahun depan lo masih disini, gue buat patung lo di atas ruangan ini. Kek patung Obama di Menteng ataupun layaknya patung Jendral Sudirman di depan gedung BNI Jakarta…”

Setelah dia puas berolok-olok. Saya jelas tak mau kalah. Dengan lagak yang  pasti dan memesona, saya pandangi langit, mengepalkan tangan seraya menempelkannya di dada, lalu  membiarkan angin memain-mainkan poni saya.

Menunggu momen yang pas, dengan lembut saya tatap kedua matanya,  bak aktor film Idia saya berujar syahdu,

“Ini tentang kecintaan dan tanggung jawab boi…”

*Petuah bijak pakcik Andrea Hirata dalam novel kelima dan keenamnya yang dijilid menjadi satu buku: Dwilogi Padang Bulan.

About upik

Bujang Melayu.

Diskusi

6 thoughts on “Trilogi di BPM FISIP UI

  1. cie gw😉

    Posted by upik | 22 Juli 2010, 2:22 PM
  2. SALUT…….. TETAP berjalan dalam perjuangan sejati dalam lorong yang mungkin tak ada ujungnya…😀

    Posted by krupukcair | 4 Agustus 2010, 11:01 AM
  3. Amazing post. I have bookmarked your site. I am looking forward to reading more

    Posted by the Success Ladder | 6 Agustus 2010, 3:17 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: