Kontemplasi, Pemantik

Melankolik Dramatis

Apabila secara kebetulan kamu menjadi orang yang dekat dengan penguasa, maka berhati-hatilah kamu seolah-olah kamu sedang berdiri di atas pedang yang tajam sekali. (Imam Ghozali)

… Aku sudah tak tahu sesuatu. Tiba-tiba kudengar suara tangisku sendiri, Bunda, putramu kalah. Putramu tersayang tidak lari, Bunda, bukan kriminil, biarpun tak mampu membela istri sendiri, menantumu. Sebegini lemah pribumi di hadapan Eropa? Eropa! Kau, guruku, begini macam perbuatanmu? Sampai-sampai istriku yang tak tahu banyak tentangmu kini kehilangan kepercayaan pada dunianya yang kecil–dunia tanpa keamanan dan jaminan baginya seorang. Hanya seorang.

Aku panggil-panggil dia. Annelies tak menjawab. Menoleh pun tidak.

“Aku akan segera menyusul, Ann,” pekikku.

Tanpa jawab tanpa toleh.

“Juga aku, Ann, besarkan hatimu!” seru Mama, suaranya parau, hampir-hampir tak keluar dari kerongkongan. Juga tanpa jawab tanpa toleh.

Pintu depan di persada sana dibuka. Sebuah kereta Guberman telah menunggu dalam apitan Marosose berkuda. Mama dan aku tak diperkenankan melewati pintu itu.

Sekilas masih dapat kami lihat Annelies dibantu menaiki kreta. Ia tetap tak menengok, tak bersuara.

Pintu ditutup dari luar.

Sayup-sayup terdengar roda kereta menggiling kerikil, makin lama makin jauh, akhirnya tak terdengar lagi. Annelies dalam pelayaran ke negeri di mana Sri Ratu Wilhelmina bertahta. Kami menundukkan kepala di belakang pintu.

“Kita kalah, Ma,” bisikku.

“Kita telah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya.”

(Pramoedya Ananta Toer: Bumi Manusia hal. 534 s.d 535)

Terima kasih pada seorang rekan yang telah mengingatkan pada mozaik kisah ini.

About upik

Bujang Melayu.

Diskusi

4 thoughts on “Melankolik Dramatis

  1. keren.. saya suka artikel ini

    Posted by Goyang Karawang | 15 September 2010, 12:54 PM
  2. Saya juga suka dengan Bumi Manusia.. Cuma ending yang selalu tidak saya suka..😦

    Posted by Krisna Puji Rahmayanti | 31 Oktober 2010, 10:24 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: