Pemantik

Tak salah Ibu mengandung

Pada satu waktu, dahulu beberapa tahun yang silam. Saya mendengus suatu peristiwa langka. Peristiwa yang cukup mencengangkan sampai-sampai menjadi buah bibir di lingkungan tukang bisik-bisik tetangga. Seumur-umur hidup di dunia, baru kali pertama orang-orang sekitar melihat langsung piring terbang yang sebenar-benarnya.

Setelah saya mendapat info yang akurat, saya faham betul apa yang terjadi.

Begini:

Tersebutlah sebuah keluarga yang damai tentram lagi sentosa. Suami, istri dan 2 anak perempuannya. Tiba-tiba sahaja, entah makhluk planet mana yang memprovokasi sang suami, hingga kesal dan sedikit kecewa dengan istrinya karena tak bisa melahirkan anak lelaki[1].

Sampai pada satu titik, sang istri tak kuat menahan diri untuk disalahkan karena tak bisa melahirkan anak lelaki. Klimaksnya, meledaklah pertengkaran sepasang insan yang saling mencintai. Insiden lempar-lemparan piring pun terjadi. Hal ini yang jadi perhatian orang-orang sekitar: fenomena PIRING TERBANG:mrgreen:

Saya salah seorang yang menjadi pengamat budiman dalam pertengkaran mereka. Di kepala saya menyisakan satu pertanyaan penting apakah sang Ibu bertanggung jawab terhadap jenis kelamin anaknya? Hingga jawaban ini terjawab dengan memuaskan setelah saya mempelajari sebuah buku biologi kelas 3 SMA. Oleh karena itu, ijinkan saya bercerita bak guru biologi SMA.

Manusia mempunyai 23 pasang jumlah kromosom[2], Seperti diketahui kromosom ada dua jenis yaitu autosom dan gonosom (sering disebut kromosom seks). Karena jumlah kromosom manusia adalah 46 buah (23 pasang) yang terdiri dari 22 pasang autosom dan 1 pasang gonosom.

Pada manusia formula kromosomnya adalah:

Bapak: 24 autosom, XY atau 24 + XY

Ibu: 24 autosom, XX atau 24 + XX

Dalam perkawinan, gonosom-lah yang bertanggung jawab terhadap jenis kelamin anak yang dilahirkan. Mudahnya seperti ini:

Bapak (laki-laki)        x      Ibu (perempuan)

X dan Y       x        X dan X

XX1, XX2, XY1,XY2

Hasil dari perkawinan Ayah dan Ibu ini akan menghasilkan peluang anak Lelaki dan Perempuan berbanding 50 % : 50 %[3].

Pada persilangan diatas bisa kita lihat bahwa Ibu tidak bisa mempengaruhi jenis kelamin anak karena hanya menyumbangkan kromosom seks X . Akan tetapi, Ayah mempunyai peran yang signifikan karena menyumbangkan kromosom seks X dan Y.

Jika Ayah menyumbangkan kromosom seks X maka anak yang akan lahir adalah berkromosom seks XX atau perempuan. Bilamana Ayah menyumbangkan kromosom Y maka anak yang akan lahir berkromosom seks XY atau lelaki.

Sekian penjelasan singkat dari saya,

Kita kembali ke kasus tentangga yang bertengkar, di sini si Ibu tak salah jika tak bisa melahirkan anak lelaki. Jika ingin menyalahkan Ayah-lah yang seharusnya menginsafi mengapa ia tak bisa menyumbangkan kromosom seks Y saat terjadinya perkawinan.

Tak salah Ibu mengandung adalah pepatah yang layak dicermati dalam prihal percikan-percikan rumah tangga tetangga. Lantas apakah Ibu harus menyalahkan Ayah? Alamak, tentunya hal ini tak bijak dilakukan karena persoalan demikian bisa dikonsultasikan pada dokter yang kompeten di bidang seksual. [4]

Tak perlu saling menyalahkan, Ayah dan Ibu bisa bekerja sama karena keluarga adalah tim. Salam super!😀


[1] Dalam mazhab sistem keluarga patriarki, penerus dinasti keluarga adalah anak lelaki. Ini yang boleh jadi ditakutkan oleh sang suami karena penerus anak lelaki dibutuhkan untuk meneruskan dinasti keluarganya.👿

[2] Kromosom adalah suatu struktur makromolekul yang berisi DNA di mana informasi genetik dalam sel disimpan. Bentuknya seperti ini.

[3] Formula untuk manusia adalah lelaki memiliki kromosom seks XY dan perempuan memiliki kromosom seks XX

[4] Ada beberapa trik dan tips yang bisa dipelajari untuk menentukan jenis kelamin bayi. Maafkan, saya tidak akan menjelaskan lebih jauh karena ini bukan blog pendidikan kesehatan janin dan pemahaman seksual alih-alih blog pribadi dokter bidang seksual.😆

About upik

Bujang Melayu.

Diskusi

6 thoughts on “Tak salah Ibu mengandung

  1. kawankuuuu ^_^
    jangan lupa mampir ya ke blog pelangii.. kasih komentar ya,, mari kita mengenang masa kecil kita. horaaaayyy!!!

    http://pelangiituaku.wordpress.com/2010/12/27/back-to-childhood-ala-geng-semoga-eksis/

    cekidot! ada yang seru nih \^_^/

    Posted by pelangiituaku | 27 Desember 2010, 5:46 PM
  2. Emang bukan salah bunda mengandung. Yang salah adalah Bapak yg udah keburu buka sarung ;p

    Posted by Wara-Wiri | 3 Januari 2011, 10:11 PM
  3. HAHAHAHAHAHAHHAHAHA ;p

    Posted by Wara-Wiri | 25 Januari 2011, 12:19 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: