Pemantik

Insomnia

Pada jeda yang merambati impuls-impuls obsesif. Seketika mengatup, membuka kelopak mata. Pada saat itu aku menatap dengan putus asa-nya melepas pergi terbang menjauh, tinggi-tinggi. Di waktu yang hampir bersamaan pula, dengan meluruh  kukatakan:

“Apapun. Jikalau kau lelah mengepak, datanglah, kembali padaku…”

Namun adanya kita akan sama-sama diam. Kaku. Menjinjit bahasa isyarat jejak demi jejak. Kau akan menggumam dingin, putus asa dan kita saling memadamkan cahaya:

“Selamat malam.”

gambar diunduh dari sini.

About upik

Bujang Melayu.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: