Cengengesan Banalisme

Telinga berdenging

Akhir-akhir ini telinga saya sering berdenging. Menurut orang-orang tua di kampung saya, hal demikian disebabkan ada yang sedang membicarakan saya. Jika berdenging di kanan, pertanda membicarakan prihal saya yang baik-baik. Jika berdenging di kiri, pertanda membicarakan prihal saya yang jelek-jelek. Dan yang berdenging sekarang sebelah kiri.

Saya percaya jika ditambahkan kalimat: Telinga berdenging ketika ada yang sedang membicarakan kita, dan membicarakan kita tepat beberapa milimeter saja jaraknya dari telinga kita, pakai toa.

Telinga kiri saya berdenging. Dan di kisaran milimeter dari telinga saya tak ada yang sedang membicarakan saya, pakai toa. Saya curiga ada makhluk tak terlihat sedang membicarakan saya dengan jarak milimeter saja dari telinga saya, pakai toa.

Setan? Jika benar. Benar-benar jahanam. Selain menggoda umat manusia, setan juga senang membicarakan keburukan saya, pakai toa, hingga membuat telinga kiri saya berdenging sedemikan rupa. Terkutuk.

About upik

Bujang Melayu.

Diskusi

2 thoughts on “Telinga berdenging

  1. seperti biasa pik, khas, ahaha

    Posted by alfisyahriyani | 13 April 2012, 8:09 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: