Cengengesan Banalisme

Rhoma Irama

Di kampung saya, hanya pria-pria Melayu norak saja yang mendengar musik-musik barat yang tak tahu adat itu. Pria melayu baik budi dan otaknya masih waras pastinya mendengar musik dangdut, khusunya Rhoma Irama. Ini premis yang tak bisa dibantah. Mutlak.

Rhoma irama adalah legenda, pemusik sekaligus bintang film terkenal. Jika film beliau sedang di putar di tivi maka segala kegiatan akan ditunda dulu. Saya ingat dulu waktu masih ingusan, kira-kira kelas 2 SD. Saya dan karib sedang asik-asiknya mencari ikan pelaga (cupang) di belakang rumah sampai terdengar suara karib yang lain berteriak histeris,

“Rhoma Irama! Rhoma Irama! Sedang main di tipi!!!”

Dan kami pun menyetel tivi, terpaku beberapa jam memandang aksi bang Rhoma menghajar bandit-bandit yang mencoba mengganggu kekasih hatinya. Semua bandit tertungging dibuatnya, hantam sana, hantam sini. 10 orang bandit terjungkal: Hebat!

Penutup filmnya, Kekasih bang Rhoma yang bernama Rhika itu berlari menghambur ke pelukannya ia biasanya akan berucap,

“Rhoma kau tak apa-apa, keningmu berdarah…”

“Tak apa-apa Rhika, aku rela berdarah asal bukan kau yang terluka…”

(Bayangkan saja kalimat ini diucapkan oleh Rhoma Irama)

Musik menderu dan pelan-pelan akan keluar tulisan besar-besar berwarna merah: TAMAT.

Dari film ini, pria-pria melayu yang bujang lapuk akan bermimpi suatu saat bisa menghajar 10 orang bandit lalu sang kekasih akan menghambur ke pelukannya. Namun pria-pria jenis ini takut berkelahi hanya banyak cakap saja, sekali gertak langsung ciut. Untuk itu pria-pria macam ini setiap hari hanya melamun saja kerjanya,  Ia bermimpi kapan punya bulu dada. Maafkanlah orang-orang Melayu, Tuhan memang tak menasbihi bulu dada yang mumpuni hingga orang-orang ini terobsesi dengan bulu dada laiknya Rhoma Irama.

Saya lalu membuat sebuah kesimpulan yang saya pegang teguh sampai sekarang: Jika ada seorang Melayu yang banyak bulu dadanya pastilah ia:

1. Penggemar Rhoma Irama.

2. Diam-diam tiap pagi, saban hari sambil sumringah mengoles minyak firdaus di sekujur dadanya.

About upik

Bujang Melayu.

Diskusi

5 thoughts on “Rhoma Irama

  1. Upiiiik, kenapa takdir Tuhan menjadikan lo lucu siiiih, hahahaha

    Posted by alfisyahriyani | 13 Juni 2012, 8:50 AM
  2. bikin gw ketawa begitu duduk di depan komputer kantor xD

    Posted by nanien | 13 Juni 2012, 9:12 AM
  3. Salam Kenal Ya Untuk Semuanya..🙂

    Posted by jaka | 19 Juni 2012, 4:55 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: