Pemantik

Persinggungan nasib

Selalu ada tulisan yang bisa dihasilkan dari tangan gemetar, pikiran terjungkal, hati yang berai. Seperti malam-malam sebelum pagi datang, cerita-cerita masa lalu kian terkenang. Tempias rasa tertekan, meradang, dan sedu sedan. Ia mewujud meski tak pernah utuh, senantiasa berburai, laiknya pancaran lembayung senja: ada rindu di situ.

*****

Ia, kita tak perlu tahu namanya, menatap murung pemandangan di bawahnya. Kelokan jalan, kendaraan simpang-siur, bunyi serapah, manusia berjalan, pohon segan hidup, pohon mati tak mau. Semua terlihat mengambang di matanya. Ia berada di ujung beton sebuah gedung belasan lantai. Ia melangkah. Merentangkan tangannya. Terjun. Bebas.

*****

Gadis itu berjongkok, menyapu kepala kucing yang sedang tidur di sudut jalan. Ia membayangkan dirinya adalah kucing. Yang bisa tidur dimana saja. Kapan saja.

Ia berjalan berlahan. Matanya tertuju pada bunga yang tumbuh di pot tepi jalan. Ia membayangkan dirinya adalah bunga. Yang bisa tumbuh dimana saja. Berkembang kapan saja.

Masih ia berjalan. Terbatuk oleh zat asam arang. Ia menutup hidung. Ia menutup mulut. Enggan senyawa demikian. Ia mau oksigen. Melegakan kehidupan.

Terus ia berjalan. Terpercik air yang menggenang. Bekas hujan semalam. Ia berhenti sejenak. Mencari tisu di tasnya yang mungil.

Orang-orang di sekitarnya berteriak. Histeris. Menunjuk-nujuk di atas kepalanya. Ia mendongak. Sesosok tubuh jatuh. Lepas. Tepat. Menimpanya.

*****

Selalu ada tulisan yang bisa dihasilkan dari tangan gemetar, pikiran terjungkal, hati yang berai. Seperti malam-malam sebelum pagi datang, cerita-cerita masa lalu kian terkenang. Tempias rasa tertekan, meradang, dan sedu sedan. Ia mewujud meski tak pernah utuh, senantiasa berburai, laiknya pancaran lembayung senja: ada elegi di sini.

About upik

Bujang Melayu.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: