Kontemplasi

September tak selalu ceria

: catatan-catatan di kepala

Ada ketegangan yang sama antara memulai hubungan dengan mengakhirinya. Hubungan seperti ini dimulai dari pertemuan dilanjutkan dengan keakraban. Dari keakraban ditunggangi oleh kebiasaan. Dari kebiasaan dipoles menjadi kebutuhan. Pada titik ini pelaku akan megap-megap bahagia yang candu, megap-megap penuh ketakutan fase apa lagi yang harus dilalui agar hubungan ini menjadi mapan. Bahagia yang mengambang.

Tiap malam menjelang lelap, tiap pagi sebelum ke kamar mandi, tiap bermenung di kamar mandi, tiap duduk sendiri, pikiran selalu mereka-reka penuh siasat,

“Harus ada langkah fundamental lagi radikal.”

Momen-momen ini akan berlangsung lama. Sangat lama. Mencari-cari waktu yang tepat. Suasana hati yang tepat. Dan awal pembuka dialog yang tepat.

Apa yang diharapkan dari hubungan yang senantiasa dianggap kebutuhan, sedang sejatinya kebutuhan itu sekadar kamuflase dari kebiasaan yang menempel di alam bawah sadar?

Apa yang diharapkan dari hubungan yang terbentur jarak sebatas ujung jari dengan kepala, sedang selalu ada bisikan-bisikan utopia,

“Selalu ada kunci pintu di tangan kita yang kecil ini.”

Benar. Kunci itu ada. Namun, kunci itu tak selamanya kita pegang. Kadang ia kita titipkan pada sistem nilai, sistem kepercayaan dan biasanya pada masa depan yang durja.

Akhirnya, kawan kita yang bernama sepi itu yang menyapa. Memeluk dengan hangat. Mengusap-usap mata kita yang sembab. Meneguhkan jiwa kita yang lelah. Lalu, kita akan menatap rupanya. Tak berbentuk. Tiada harapan. Ini harus diakhiri.

Ketegangan itu kembali kita rasakan seperti pada awalnya: Seperti perjumpaan pertama. Seperti perkenalan pertama. Seperti semua sudah terencana.

Dan semua akan baik-baik. Tak baik pun bukan kendala. Sebab ketegangan itu sudah lewat.

About upik

Bujang Melayu.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: