Uncategorized

Lembayung

Mata terbuka. Lembayung menyelinap. Menerpa.

Pohon rindang. Memapar. Sejajar.

Tangan kanan menutup wajah. Ingin memejam. Tak kuasa. Perih yang ada.

Tangan kiri rebah. Mencoba menapak.

Ini rumput?

Rumput yang lembut. Merengkuh pori jemari. Geli sendiri.

 

Siapa dia. Berlari-lari. Bahagia.

Rambut sebahu. Diterpa angin. Senyum cerah. Tiada bisa disembunyikan.

Rok putih. Baju putih. Mengembang. Bertelanjang kaki.

Siapa dia. Berlari-lari. Bahagia.

 

Mata perih. Tak terperi. Lembayung. Lagi menerpa.

Membuka perlahan. Melongok kini ia.

Mata bening. Besar. Bersih. Tak berdosa.

Ia tertawa. Tawa kecil. Pemalas gumamnya.

 

Terduduk. Padang rumput. Ini padang rumput.

Iya. Padang rumput katanya.

Aku dimana. Kau siapa.

Tiada jawab. Jeda. Lama.

Blakanis, Malaya Blakanis?

 

Terlambat. Ribuan gelembung. Menyeruak. Menutupi tubuhnya.

Pecah.

Satu.

Dua.

Sepuluh.

Dua puluh lima.

Tiga ratus lima puluh empat.

 

Tersisa lembayung. Jingga. Penanda. Tiap petang tiba.

About upik

Bujang Melayu.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: