Kontemplasi

Alien dan nasi

Dunia bergerak dengan ambiguitas-ambiguitasnya. Lebih tepat bila disebut dunia bergerak dengan tertib, penghuninya yang membuatnya jadi ambigu. Sebut saja manusia. Dahulu dunia datar lalu ilmuwan membuktikan bahwa dunia itu bundar dan sekarang dunia menjadi datar lagi. Datar ke Bundar. Bundar ke datar. Siapa yang peduli. Tak ada.

Bumi dianggap datar untuk membatasi gerak manusia karena di ujung dunia ada jurang yang jika dilewati manusia akan terjur bebas ke bawah. Ke dalam limbo. Dunia antah berantah. Terjebak selamanya.

Bumi dibuktikan bundar guna membongkar batasan omong kosong para tetua. Ia memberi harapan untuk menjelajahi bumi, menemukan pulau-pulau baru, kehidupan baru, kesenangan yang baru. Mengambil jarak dari yang dahulu-dahulu. Jarak begitu penting untuk memperluas pandangan akan hakikat hidup.

Dunia tetap, manusia yang berubah. Manusia boleh jadi lelah untuk berdamai dengan jarak yang ia timbulkan. Ia harus dibinasakan. Teknologi berkembang, jarak menjadi nihil. Bumi tak lagi bundar. Jarak telah mati. Terbenam dalam kabel yang ditanam di perut bumi atau melayang lalu menyesap dalam gelombang yang dipancarkan satelit.

Mati. Tidak. Ia tidak pernah mati. Ia berubah wujud dalam setiap dialog hangat di linimasa, kolom komentar di blog, dinding kitab muka. Sejenisnya.

Berapa banyak yang terlibat dialog hangat, berbalas mention, bertukar salam, saling berkisah, saling menyapa namun ketika bertatap wajah hanya rasa canggung yang tercipta.

Berapa banyak yang bersua, berkumpul bersama handai taulan saat itu pula mata tak henti-henti menatap layar telepon genggam. Seolah yang disekelilingnya adalah tunggul yang perlu dibuang ke kutub utara.

Bisa jadi inilah masanya manusia asing dengan realitas sosialnya. Ia tidak diasingkan. Ia mengasingkan dirinya sendiri.

Ambiguitas hidup. Alienasi bukan tindakan yang pasif, ia tindakan aktif: menyublim menjadi subyek tak lagi obyek.

Dan saya merasa menjadi alien yang tersesat di bumi.

About upik

Bujang Melayu.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: