Pemantik

Sinema

Ini mungkin disebut mengharukan: menatap jadwal tayang film terpuji di bioskop dengan mata yang kabur, lantas mencatatnya dalam telepon genggam pra-sejarah, mandi dengan kalem, keluar kamar sambil bersiul kecil menuju mall tertentu.

Ini mungking disebut kikuk: terjebak di tengah riuhnya pasangan yang bergenggaman tangan, mendengar segerombolan remaja yang sumringah membicarakan hal-hal tidak perlu, menatap iba balita yang merengek-rengek minta dibelikan popcorn dan soda.

Ini mungkin disebut risau: nona penjual tiket bertanya dengan wajah datar yang menyunggingkan senyum,

“Berapa tiket mas?”

”Satu.”

Lantas menatap iba, “Oh, di sini atau di sini?”

“Di sini.” Transaksi selesai, ada senyum kecut yang tersisa menanggapi paradigma kesendirian.

Ini mungkin disebut kegembiraan: menduduki sofa yang nyaman, lampu-lampu yang dipadamkan, tirai yang dilebarkan, proyektor yang memancarkan mimpi, dan film pun dimulai.

Ini mungkin tak bisa disebut apa: mendengar celotehan bangku sebelah, teriakan histeris di bangku depan, tawa berderai di bangku belakang, dan seseorang tersenyum kecil mengetahui bahwa sendirian, beramai-ramai, kenal tidak kenal bukan lagi jadi soal. Identitas mengabur dalam gelap.

Ini mungkin disebut after cinema: setiap kepala siap dengan cerita yang akan dibagi di warung-warung kopi, mencatatanya dalam jurnal dunia maya, bersitegang di forum diskusi film, menunggu-nunggu rilis DVD/Blu-ray di situs unduhan ilegal. Di kejauhan produser dan kawan-kawan resah nan gelisah dengan hasil penjualan tiket. Dan pemilik bioskop masih bisa tidur lelap, ia tak perduli, pundi uangnya tetap bertambah.

About upik

Bujang Melayu.

Diskusi

3 thoughts on “Sinema

  1. Saya belum pernah nonton di bioskop sendirian tapi saya pernah di dalam bioskop lalu justru menonton suasana bioskopnya. Hehehe..

    Posted by iratangguh | 30 Agustus 2013, 5:38 PM
  2. maksudnya, bukan “sendirian” yang bener2 ga ada orang lagi di bioskop itu selain saya, tapi pasti selalu bareng temen, gituuuu

    Posted by iratangguh | 3 Oktober 2013, 9:45 PM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: