Uncategorized

Mengisi kekosongan

Ia kembali terbangun dari mimpi buruknya. Dalam mimpinya itu, ia menyandang ransel memasuki gerbang sekolah dengan jantung yang berdegub kencang. Ia tak begitu sempat memperhatikan daun-daun yang berserak di halaman kelas yang ia lewati, awan mendung yang berarak di atas kepalanya, rerumputan basah yang menyapu celana bagian bawahnya, dan angin musim hujan yang menggigilkan sekujur tubuhnya.

Sampailah ia di depan pintu kelasnya. Ia dorong, sesuatu dari dalam menghalangi. Sekuat tenaga ia mencoba membukanya, nihil. Ia mendongak, pintu itu membesar, membesar, dan semakin membesar. Di matanya pintu itu begitu digdaya, membuatnya ciut. Ia mundur. Suasana hatinya semakin tak menentu.

Ia duduk kini, di bawah rindangnya pohon di depan kelasnya. Ia buka ransel, mengambil buku pelajaran dan buku tulisnya. Mencoba mengerjakan tugas yang belum selesai. Ia bolak-balik lembar bukunya dengan tergesa, lama begitu lama. Ia mulai ragu. Bagaimana bisa kukerjakan ini semua, gumamnya gagu. Ia menyerah. Ia merasakan sesuatu berkecamuk di dalam dadanya, rasa was-was, takut, gelisah, marah, sedih bergumul jadi satu, mengulur menuju pasrah.

Dalam kepasrahannya menunggu hukuman dari gurunya, ia kini melihat sekelilingnya. Ia bertanya-tanya mengapa sekolah ini begitu sepi, tiada siapa-siapa di sini, begitu suram, tak ada percikan warna, begitu hitam-putih. Tiba-tiba saja semua berputar, melingkar-lingkar, menyatu, terseret dalam sebuah arus yang mengisapnya dengan cepat. Ia merasa hilang.

Saat itulah ia terbangun, lagi.

About upik

Bujang Melayu.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: