Kadang-kadang saya merasa perlu merana ketika melihat figuran di film yang saya tonton. Suatu waktu saya menonton film pembunuhan berantai, ada satu scene di awal film dimana seorang bapak-bapak yang sedang berjalan dan dor, ia ditembak. Tewas seketika. Bapak-bapak ini ada hanya untuk ditembak dan tentunya orang akan melupakan ia seiring berjalannya film. Continue reading
Saya bernyanyi dan menyadari bebunyian yang keluar bak dengungan lebah walau kadang-kadang nada yang dihasilkan meleset jauh dari harapan. Saya bercermin dan melihat kebotakan dini hingga jidat semakin lebar, terbayang landasan pesawat terbang untuk mendarat. Saya membaca lowongan pekerjaan pembaca berita televisi dan pura-pura alpa tubuh yang berdiri tegak tidak cukup mumpuni mencapai hingga 170 cm. Continue reading
/I
Aku membaca setiap gurat kisahmu di laman yang kau bingkai sedemikian indahnya. Tema yang kau gunakan selalu becorak ceria, sebahagia ketika aku menatapnya lama-lama. Tiap hari, tiap pekan, tiap luna yang berganti, kisah-kisahmu jualah yang selalu kutunggu dengan tergesa. Continue reading
Saya kira sudah lama tidak membicarakan hal-hal yang manusiawi di blog yang saya cintai ini. Â Bayangkan hampir 90 % tulisan disini kata sebagian orang yang membacanya, tak faham apa isinya, siapa si aku dan si aku sedang membicarakan siapa dan sebagian pembaca yang budiman ini menyimpulkan tulisan saya jelek. Continue reading
Rosida. Mungkin iya aku senang sekarang mendapatkanmu seutuhnya tanpa sebatas wacana bertahun lamanya. Mungkin benar aku hanya ingin memilikimu tanpa tahu kau diciptakan pada awalnya untuk siapa. Mungkin saja aku terobsesi padamu sejak dahulu kala. Walau kalimat terakhir aku sedang berdusta. Continue reading
Namanya Djoni. De, je, en dan i. De-jo-ni. Dengan D kapital. Tubuhnya gempal karena makannya lahap dan rajin tidur siang. Ketika ia tidur siang tak ada yang bisa membangunkannya kecuali bebauan masakan ibuku. Continue reading
Dayang
Saat ini aku berpikir tanpa memandang apapun di dunia. Hanya diriku dan dirimu. Lekuk wajahmu yang teduh, mata yang pijar, senyum yang merekah. Kau tau adinda, ketika tergelak matamu akan tertutup setengah, alis kananmu pun kan turun lebih merendah dan geligi tersembul rapi dengan semburat kemerahan di pipimu. Aih, surga di depan mata. Continue reading
Suara-suara di kepala saya saat ini tak tertahankan. Mereka menjalang, saling mendebat tak mau kalah. Uh, bagaimana bisa memejamkan mata jika mereka terus saja mengoceh dan tak ingin diganggu. Kejamnya, saya hanya menjadi pendengar yang budiman. Continue reading
Ini tentang kau yang datang dalam mimpi burukku. Datang dengan senyum yang biasa, menyapaku dengan lambaian tangan yang biasa pula. Aku mundur selangkah, tak percaya itu engkau wahai awan mendung. Tak biasa. Continue reading
Saya pikir setiap lelaki di dunia yang masih berniat menjadi lelaki, sedurjana-durjananya punya keinginan menjadi seorang ayah. Ya, ayah. Termasuk saya, walaupun saya berencana untuk tetap membujang. Continue reading
Setiap insan yang bernyawa tentunya punya pandangan yang berbeda dalam memaknai hari jadi. Sebagian berpendapat hari jadi adalah hari yang mengerikan: kulit mulai keriput, rematik mulai menyerang tulang belakang, pandangan mulai mengabur, gerogi tiap saat (gemetaran
). Jika ini dilanjutkan, titik klimaksnya adalah bertambah dekatnya dengan kematian. Titik. Continue reading
Air dalam gelas itu menguap, pertanda masih panas. Ia menyapih segumpal daun kering yang terkemas, mengaduk pelan bersama kristal kecil hingga melarut. Perlahan, warna menjadi pekat. Continue reading
Dan Katapun Bersambut: